Apa Hubungan Saham Dengan Financial Planning ?


Pengertian saham secara ringkas ialah sebuah surat yang menjadi bukti seseorang memiliki bagian modal suatu perusahaan. Seseorang yang memiliki saham memiliki hak atas sebagian aset perusahan. Dengan demikian kepemilikan saham tidak dapat dilepaskan dari apa yang kita kenal dengan investasi. Karena investasi, merupakan suatu bentuk penanaman modal atau aset terhadap sebuah perusahaan, institusi, bahkan benda untuk kemudian diolah dan mengalami perubahan nilai secara positif atau memperoleh keuntungan di kemudian hari. Namun dalam tulisan kali ini kita tidak akan berfokus kepada cara kerja saham secara praktik, tetapi melihat bagaimana saham sebagai instrumen keuangan menjadi implementasi dari motivasi yang dituangkan dalam bentuk Financial Planning.


Anjuran untuk bekerja dengan target, mempunyai tujuan atau goals dalam menjalani hidup sudah menjadi tidak asing bagi kita. Memang, dengan satu target yang jelas, kita dapat melakukan perencanaan yang lebih teratur yang diharapkan dapat menuntun kita untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Sebagai salah satu faktor yang memiliki peran krusial dalam kehidupan, perencanaan keuangan juga memiliki posisi yang cukup vital untuk dipertimbangkan. Jangan salah, perencanaan keuangan tidak selalu berhubungan dengan antisipasi terhadap mimpi buruk, kejadian tidak diinginkan atau menahan diri belaka. Dengan melakukan perencanaan keuangan, kita sebenarnya membuka peluang terhadap hal-hal yang menyenangkan seperti, travelling, menikah, membeli rumah, kendaraan mewah dan lebih jauh lagi dana pensiun. Tanpa adanya satu perencanaan yang baik, maka tujuan yang semula ada bisa sangat terhambat bahkan sangat mungkin jika akhirnya tidak tercapai.


Tentu saja, untuk memperoleh target yang menyenangkan tersebut tidak bisa diwujudkan dalam satu malam (kecuali….). Saham sebagai bentuk investasi, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah salah satu metode yang cukup efektif dalam mewujudkan target yang kita buat. Saham bisa menjadi kendaraan atau alat keuangan yang bisa mengantarkan kita kepada satu target yang ingin kita capai. Contohnya saja, sebagai kolektor dari aset saham-saham bluechip, kita sedikit banyak sudah menjamin masa pensiun kita. Atau jika ingin memenuhi target dalam jangka waktu yang lebih pendek seperti berlibur, menikah dan lainnya, kita dapat mengalokasikan dana ke dalam saham second liner. Dari dua contoh tersebut kita dapat melihat bagaimana pemilihan instrumen yang ada, bergantung pada target yang ingin dicapai.


Semenjak target dari setiap orang adalah beragam, unik antara satu dengan yang lainnya, maka ide tentang Financial Planning otomatis tidak berlaku secara universal. Tiap orang secara personal, perlu memikirkan tentang dirinya sendiri, menuangkan kebutuhannya dengan keinginannya secara pribadi ke dalam sebuah target. Perencanaan keuangan yang merujuk kepada orang lain, akan sangat rawan mengalami ketidak cocokan karena mengesampingkan atau bahkan menghilangkan sama sekali faktor keunikan sehingga menghilangkan esensi dari Financial Planning itu sendiri.


Setelah target personal sudah direncanakan / ditargetkan secara matang, barulah kita dapat menggunakan saham sebagai bentuk investasi untuk menjadi kendaraan dalam mencapai target keuangan, tentunya melewati proses kalkulasi dan mempertimbangkan risiko secara tepat. Dengan melakukan investasi lewat instrumen saham, target keuangan yang sudah ada dapat dicapai dengan lebih efektif secara nominal dan efisien dari segi waktu. Disitulah hubungan yang bisa dimanfaatkan antara Saham dengan Financial Planning.


#saham #financial #investasi #planning

 

(Herman, Content Writer)

(Ezra, Cover Designer)

4 views0 comments