Asuransi = Investasi ???



Banyak dari kita masih menyamaratakan fungsi dari lembaga / jasa keuangan non-bank sebagai institusi ajaib yang mampu melipat-gandakan kekayaan dalam kurun waktu tertentu. Defenisi ini yang kemudian membuat kita terjebak dalam pemahaman sempit tentang bagaimana nominal sebagai kuantitas lebih menjamin dan terukur untuk dijadikan tolok ukur kualitas kehidupan. Semakin banyak uang yang mungkin dihasilkan, semakin terjamin dan makmur kehidupan masa depan yang kita miliki.


Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun jika kita melihat kembali bagaimana ketidakpastian adalah satu satunya hal yang pasti, maka nominal bukan segalanya. Ratusan juta rupiah akan sangat indah untuk dinikmati dengan berbelanja, berlibur dan lain sebagainya. Namun saat musibah seperti penyakit menyerang, ratusan juta rupiah sebagai harga yang harus dibayarkan sebagai biaya perawatan bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Maka dari itu, asuransi disini mengambil peranannya untuk menanggung segala resiko bencana yang sewaktu - waktu mungkin saja terjadi dan menimpa kita semua. Namun tentu sebagai tindakan preventif, keuntungan tidak lagi masuk kedalam perhitungan utama. Ekstrimnya, pada saat kita menyewa jasa keamanan untuk menjaga dan mencegah tindak kriminal terjadi terhadap properti yang kita miliki, maka kitalah yang mengeluarkan modal dan menukarnya dengan jasa pengamanan tersebut.


Konsep besar dari asuransi itu sendiri adalah menghimpun dana dari individu untuk kemudian diolah dan lewat asuransi, secara tidak langsung setiap individu yang tidak mengalami musibah, membantu individu lain yang terkena musibah. Mulia bukan? Maka dari itu, fokus utama dari asuransi itu sendiri bukan kepada profit namun sebagai proteksi terhadap satu kejadian yang tidak diinginkan namun mungkin terjadi. Jika akhirnya polis asuransi bisa dicairkan dan bernilai lebih dari nominal awal, maka hal tersebut semata mata adalah satu kebijakan dan apresiasi dari pihak perusahaan asuransi yang memberikan rasa adil kepada nasabahnya dengan tidak semata-mata menahan dana yang sudah dihimpun sebelumnya.


Investasi disisi lain, membatasi fungsinya dalam menjanjikan keuntungan dalam jumlah dan kurun waktu tertentu. Dengan bahasa lain, investasi dapat diartikan sebagai sebuah sarana untuk mencapai satu tujuan keuangan tertentu (seperti memenuhi biaya pendidikan, pernikahan, membeli rumah hingga pensiun).

Tentu disini kita dapat menemukan bagaimana kegiatan investasi dilakukan ketika kita sudah memiliki target atau mempunyai satu manifestasi masa depan sebagai sesuatu yang diinginkan. Dengan melakukan kegiatan investasi, tujuan tersebut akan dapat diraih dengan memakan waktu yang relatif lebih singkat dan tentu efisien.


Karena keterbatasan inilah kita perlu teliti dalam memproyeksikan keadaan diri pada saat ini dan perencanaan pada masa yang akan datang.

Prioritas menjadi ukuran yang sangat relevan dalam merencanakan keuangan, terutama antara investasi dan asuransi. Namun seringkali kita selalu hanya melihat ke depan dan memproyeksikan apa yang ingin kita inginkan atau capai tanpa melihat atau mengetahui persediaan yang sudah kita miliki. Lalu apa saja yang menjadi bekal atau persiapan kita sebelum akhirnya berinvestasi atau memilih asuransi? Hal tersebut adalah dengan mempertimbangkan ketersediaan tabungan dan dana darurat yang stabil! yang dimana dari bekal dan persediaan yang sudah matang, setidaknya kita dapat mengalokasikannya baik untuk investasi maupun asuransi.


Jadi, bagaimana dengan bekal persediaanmu?


#asuransi #investasi #perencanaankeuangan


 

(Hermanus & Aurelio, Content Writing)

(Design by : Ezra)




5 views0 comments