Cara Membuat Dana Darurat


Setelah membahas esensi dan juga pentingnya asuransi, kita berlanjut kepada salah satu metode atau cara perencanaan keuangan yang perlu kita ketahui untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. Semasa kita hidup, resiko akan selalu ada dan menghantui kita di masa sekarang dan masa depan. Uang yang sudah kita kumpulkan begitu lama bisa lenyap dalam sekejap karena resiko yang begitu besar dan tidak berhasil kita minimalisir. Dana untuk membiayai kebutuhan pokok sangat penting, namun ada yang tidak kalah penting agar kebutuhan pokok bisa tetap terpenuhi ditengah resiko keuangan yang siap menyerang, yaitu Dana Darurat.


Secara sederhana, dana darurat adalah dana yang dicadangkan untuk kebutuhan mendesak, dimana setiap masing – masing dari kita menyisihkan uang dari penghasilan kita untuk keadaan darurat yang tidak diinginkan. Jadi, dana darurat ini tidak termasuk dalam pos-pos pengeluaran untuk kebutuhan pokok, sehingga apabila sewaktu - waktu diperlukan, kita masih mempunyai dana cadangan untuk tetap menunjang kebutuhan pokok kita dan meminimalisir resiko keuangan sehingga tercipta keamanan finansial.

Tahukah kamu, dana darurat yang ideal untuk yang masih single adalah sebesar 3 - 6 kali lebih besar dari kebutuhan pokok bulanan. Sedangkan untuk yang sudah berkeluarga, dana darurat yang ideal adalah sebesar 6 - 12 kali lebih besar dari kebutuhan pokok bulanan rumah tangga.

Apabila kamu masih single dan kebutuhan pokok kamu dalam sebulan sebesar 1 Juta Rupiah, maka dana darurat yang ideal untuk kamu adalah sebesar 3 - 6 Juta Rupiah. Sedangkan apabila kamu sudah berkeluarga, maka dana darurat yang ideal untuk kamu adalah sebesar 6 -12 juta. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara menyisihkan untuk dana darurat?


Pertama, yang perlu kamu lakukan adalah, menyisihkan setidaknya 20% dari penghasilan bulanan kamu hingga mencapai nominal atau angka ideal dana darurat kamu.


Kedua, mencoba atau berusaha menahan diri untuk tidak membuat atau menggunakan metode pembayaran cicilan. Apabila kamu memiliki cicilan, maka kamu sebenarnya memperlambat terpenuhinya dana darurat kamu. Belajar untuk mencukupkan diri dan memikirkan cara meminimalisir resiko keuangan di masa depan.


Terakhir, sebisa mungkin untuk mencari atau melakukan bisnis sampingan yang menurutmu bisa dilakukan dengan mudah dan ringan. Dimana tidak terlalu memakan waktu, tenaga, dan juga modal yang begitu besar. Seperti saat ini kita sedang berada di era digital, dimana semua bisa dilakukan dengan mudah kapanpun dan dimanapun. Bisnis digital merupakan salah satu dari banyak peluang besar yang bisa kamu manfaatkan untuk menambah atau memperkuat pundi-pundi keuangan agar bisa berhasil meraih dana darurat yang ideal.


Mungkin sebagian orang merasa sulit untuk meraih dana darurat yang ideal ditengah keadaan saat ini yang penuh ketidakpastian. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba mulai menyisihkan dari penghasilan sedari dini. Akan terasa dampaknya saat keadaan darurat itu tiba dan kita sudah siap secara finansial. Namun perlu diingat juga jika terlalu banyak memiliki dana darurat, hal ini tidaklah ideal karena akan terkesan dana tersebut tidak produktif dan juga malah menganggur sehingga kamu juga perlu bijaksana dalam mengatur dana darurat.


Lalu bagaimana, mudah bukan? Jadi, kapan kamu akan memulai?


#danadarurat #nabung #investasi


 

(Aurelio & Ezra, Content Writer)

(Ezra, Cover Designer)

5 views0 comments

Recent Posts

See All