Investor Saham Jebolan Academy Corona Indonesia, Harus Ngapain? (Part 1)



2020 jadi tahun yang sangat mengesankan buat semua orang, bahkan di belahan dunia manapun. Ada yang berkesan seneng, ada yang berkesan sedih, marah, kecewa, dll. Pandemi Covid-19 memaksa setiap orang menciptakan habit-habit baru, suka ga suka, habit-habit itu harus dijalankan. New Normal istilah bekennya.


Salah satu keberhasilan dari New Normal itu adalah berhasil meluluskan para investor-investor saham baru di pasar modal. Di rumah ajah, ga bisa ngapa-ngapain, justru semakin meningkatkan daya kreatifitas setiap orang. Berbekal KTP dan foto selfie untuk mendaftarkan diri sebagai investor pada beberapa sekuritas, banyak orang berani terjun ke industri pasar modal khususnya saham. Tanpa pengalaman, arahan, dan pendidikan yang cukup, transaksi demi transaksi pun dilakukan.

Hilangnya pekerjaan dan tuntutan hidup yang tinggi membuat industri pasar saham seolah menjadi satu-satunya jawaban dan solusi atas masalah tersebut.

Potensi keuntungan perhari yang bisa mencapai puluhan %, jadi daya tarik dan primadona untuk para investor-investor baru itu.


Fenomena yang ga biasa ini sangat nyata kita alami bersama. Ada banyak keuntungan juga ga sedikit kerugian. Keuntungannya adalah dengan banyaknya investor baru yang muncul semakin meramaikan pasar saham kita. Ibarat sebuah mall, semakin ramai tentu akan semakin menambah daya tarik, jual-beli yang terjadi juga akan semakin beragam. Kerugiannya, setiap transaksi jual-beli pasti akan ada yang namanya untung dan rugi. Tinggal nasib yang menentukan kita akan jadi bagian yang rugi-rugi atau yang untung-untung.


Tapi, nasib itu setidaknya bisa dikendalikan dengan cara yang lebih bijak seperti:


1. Upgrade Diri dengan Belajar


Selama masih bisa buka Google harusnya poin ini ga jadi masalah yg berarti ya. Sekarang gampang banget cari informasi-informasi seputar persahaman di internet atau bahkan yang paling asik tinggal nonton youtube. Ada banyak kreator-kreator handal yang bahas tentang saham.

Tapi, dengan gampangnya dapet informasi itu bisa jadi boomerang buat kita kalo ga bisa pilih-pilih sumber yang terpercaya.



2. Kenali Karakter Diri


Terjun ke dunia persahaman, sama halnya dengan memasuki dunia kerja baru, ada banyak persepsi dan sudut pandang. Bukan perkara benar atau salah, tapi lebih kearah persepsi mana yang mau diambil dan yang sesuai dengan karakter pribadi. Saham bisa dijadikan bisnis? Bisa banget. Saham bisa dijadikan tempat menabung? Bisa juga. Saham dijadikan tempat taruhan? Bisa ajah. Saham dijadikan tempat pamer-pameran? Sah-sah ajah. Dan masih banyak persepsi-persepsi lainnya.

Lalu bagaimana dengan karakter diri? Apakah kamu termasuk orang yang suka ambil resiko? Apakah kamu orang yang sama sekali ga bisa terima resiko? Apakah kamu orang yang sabar? Apakah kamu orang yang mudah dipengaruhi orang lain? Setiap karakter itu akan menentukan segala keputusan yang akan diambil saat bertransaksi di saham.



3. Kenali Oknum-oknum yang Ada


Pasar modal (persahaman) bisa juga disebut sebagai sebuah industri. Namanya industri artinya ada banyak elemen dan pelaku-pelaku industri nya. Mulai dari yang paling junior sampe tingkat dewa. Ada juga individu atau instansi yang punya kemampuan mengatur harga atau pasar, biasa ini yang disebut sebagai bandar / Market Maker. Semua pelaku-pelaku di industri ini ga ada yang jahat. Semua punya kepentingan yang sama, yaitu cuan. Kalo ada orang yg menilai ada oknum-oknum tertentu yang terkesan jahat, itu ga lebih karena dia pernah merasa dirugikan olehnya, meskipun ga secara langsung.



4. Tingkatkan ke-Imanan


Apa urusannya saham dengan Iman? Harus disadari, industri ini sangat kejam, ga peduli siapa yang bermain apa latar belakangnya. Semua punya kemungkinan yang sama, jadi tajir melintir atau sebaliknya. Menjalankan aktifitas di industri ini sangat mudah, bahkan lebih mudah dari kita upload foto di Instagram yang harus sehari semalem mikirin captionnya. Cuma sekedar klak-klik-klak-klik uang kita bisa bertambah juga berkurang. Semua rencana atau trading plan (istilah di saham) yang sudah dibuat dengan sangat matang, tidak mudah untuk dijalankan. Banyak godaan-godaan yang bikin kita harus melawan trading plan yg udah dibuat itu. Sifat keserakahan akan sangat diuji. Kematangan emosional akan sangat menentukan keuntungan. Dan kesabaran yang tinggi akan bisa merubah nasib. Semua itu perlu tingkat ke-Imanan yang kuat.


Nah, keempat poin di atas perlu dan penting banget untuk dipersiapkan oleh para lulusan-lulusan dari Akademi Corona Indonesia agar bisa berkiprah hingga ke kancah perbandaran.

Tulisan sederhana ini dibuat untuk setidaknya menjadi buku saku yang bisa selalu mengingatkan ketika mengalami hal-hal yang diluar dugaan, agar ga kaget saat mengalaminya.

Setiap penderitaan yang dialami nanti selama di industri ini murni karna ulah sendiri, kita untung karna diri sendiri, bangkrut pun karna diri sendiri, tidak ada 1pun orang yang menjamin akan berhasil.


Optimisme kita bersama adalah menjadikan industri pasar modal ini menjadi sebuah industri yang sehat, yang ramah, yang bersahabat untuk semua kalangan tanpa harus memakan korban karena ketidakpahaman.


Salam sukses untuk kita semua!!

#corona #investasi #saham #cuan #covid-19



1 view0 comments