Indonesia terancam Resesi? Emang Resesi itu apa sih?

Secara definisi Resesi itu artinya adalah penurunan atau penyusutan atau pemerosotan, jadi kalo Resesi Ekonomi itu berarti penurunan / penyusutan / pemerosotan pertumbuhan ekonomi, atau bisa juga dibilang pendapatannya ga bertumbuh.

Gimana sebuah negara dikatakan Resesi?

Kalo penurunan pertumbuhan ekonomi itu terjadi secara 2 kuartal berturut-turut misal di kuartal 1 dan 2 2020. Kuncinya harus berturut-turut yah. Kalo terjadi penurunannya di kuartal 1 dan kuartal 3, berarti ga bisa dibilang mengalami resesi.

Nah, terus dilihatnya dari mana sih ekonomi itu tumbuh atau ngganya?

Dari beberapa teori pertumbuhan ekonomi yang ada, kita pake teori yang paling sering digunakan khususnya di Indonesia, yaitu PDB (Pendapatan Domestik Bruto) atau dalam Bahasa asing GDP (Gross Domestic Product). Jadi, semakin tinggi nilai PDB ini semakin bagus ekonomi suatu negara atau dengan kata lain jika PDB bernilai negative artinya negara tersebut sedang mengalami penurunan ekonomi.


Apa itu PDB?

PDB tercipta dari 5 komponen, yaitu:

Daya Beli / Konsumsi (C)

Belanja Negara (G)

Investasi (I)

Ekspor (X)

Impor (M)

PDB = C + G + I + (X – M)

Jadi, jika data dari setiap komponen tersebut di jumlahkan akan mendapatkan sebuah nilai PDB. Dan untuk meningkatkan nilai PDB, maka semua komponen tersebut kecuali Impor harus semakin besar agar mendapatkan nilai yang positif.


Dari mana Daya Beli / Konsumsi dihitung?

Komponen ini didapatkan dari jumlah barang atau jasa yang dibeli oleh masyarakat termasuk makanan. Jadi semakin banyak kita jajan, itu bisa meningkatkan nilai PDB looh. Jadi artinya kita disuruh konsumtif nih sama negara? Hehehehe gimana tuh?

Belanja Negara?

Kalo belanja negara ini otomatis pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh negara, kaya bayar gaji PNS misalnya.


Investasi?

Kalo investasi artinya barang yang dibeli yang bisa digunakan untuk memproduksi barang atau jasa di masa depan. Atau beli peralatan mesin produksi, bangunan, persediaan, dan lain-lain.


Kalo ekspor dan impor pasti tau lah yah, intinya ekspor harus lebih besar dari impor agar nilainya tetap positif.

Nah, setelah tau definisi dan teori-teori itu, kita liat data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia yang mengeluarkan nilai PDB kita untuk kuartal 2 2020 ini:


Dari data itu kita liat nilai PDB kita di kuartal 2 2020 negatif (-5,32%). Itu artinya pertumbuhan ekonomi kita di kuartal 2 2020 ini menurun dibanding kuartal 2 2019 yang masih bertumbuh positif (5,05%).

Karena baru 1 kuartal yang mengalami pertumbuhan negative, maka Indonesia belum dikatakan mengalami Resesi Ekonomi.


Apakah di kuartal 3 2020 nanti hasilnya akan tetap minus? Ya semoga ajah sih ngga yaah.

Tapi kalo kita perhatikan, data PDB ini sifatnya adalah data masa lalu, atau sebuah kondisi yang sudah terjadi, sehingga hasil PDB ini tidak bisa mencerminakn kejadian di masa depan.

Kuartal 2 ini berarti kan dari bulan April – Juni, dan kita tau di bulan-bulan tersebut khususnya April Mei, Indonesia memang sedang memasuki masa-masa sulitnya karena pandemic, penerapan PSBB bikin banyak sektor usaha harus tutup bahkan gulung tikar karna tidak ada pembeli. Berhentinya para penjual barang dan jasa otomatis akan menurunkan daya beli / konsumsi masyarakat kan, dan kantor serta pabrik-pabrik yang berhenti beroperasi juga menurunkan nilai ekspor kita, di tambah belanja pemerintah yang masih minim, seperti yang disampaikan oleh Pak Jokowi di rapat bareng Menteri-menterinya beberapa waktu lalu. Alhasil, karena itu semua menurun, jadilah PDB kita menurun bahkan minus.


Nah, untuk kuartal 3 nanti sebenernya kita sudah bisa sedikit memprediksi. Kita bisa liat sejak bulan Juli ini, banyak kantor, pabrik, dan para pedagang mulai kembali beroperasi. Artinya daya beli atau konsumsi masyarakat akan meningkat lagi. Jadi setidaknya data PDB di kuartal 3 nanti akan jauh lebih baik dari kuartal 2 2020 ini. Perkara hasilnya akan positif atau negative, ya kita nantikan saja hehe.


Kita harus optimis dan membantu pemerintah buat ningkatin PDB yaah dengan cara mulai aktif kembali melakukan daya beli untuk kebutuhan-kebutuhan pokok dan juga berinvestasi tentunya. Sukur-sukur kita bisa ekspor, kan banyak nih sekarang pengrajin-pengrajin baru sejak WFH, yuuk jual barang-barang daganganmu ke ekspor. Bisa kabari kami yah kalo punya barang bagus yang bisa diekspor!


Salam sehat selalu!

#PDB #keuangan #investasi #konsumsi

1 view0 comments