Investasi Alternatif 2020

Investasi menjadi primadona belakangan ini, setiap orang dari usia remaja hingga dewasa sudah mulai membahas tentang investasi. Investasi saat ini sangat mudah untuk dilakukan, berbagaiaturan dan ketentuan-ketentuan yang dahulu cukup kompleks, kini sudah semakin terjangkau dari proses maupun modal yang dibutuhkan untuk investasi. Tetapi, dari sekian banyaknya produk atau instrumen investasi, masih banyak orang yang tertipu dengan produk-produk investasi bodong, dan akhirnya membuat orang trauma untuk berinvestasi.

Ketika kita mulai memikirkan tempat-tempat alternatif untuk menaruh uang kita, kita harus menghindari penipuan dan paradigma berinvestasi untuk cepat kaya. Fokuslah pada kendaraan investasi yang sah yang dapat membantu kita mencapai kesejahteraan.


Di sini, kami telah memilih lima jenis investasi alternatif yang sah untuk dipertimbangkan pada tahun 2020.


1) Pinjaman Peer-to-Peer

Pinjaman peer-to-peer, juga dikenal sebagai pinjaman P2P, adalah fenomena yang relatif baru namun cepat menjamur di tahun 2019 lalu. Layanan P2P online menawarkan pinjaman untuk bisnis, penggunaan pribadi, dan lainnya. Jika kita bergabung dengan kumpulan investor yang bersedia me


minjamkan uang kepada orang lain, maka pinjaman tersebut dapat kita didanai langsung pada saat peminjam memenuhi syarat yang diberlakukan.

Tidak ada bank yang terlibat dalam pinjaman P2P. Uang kita biasanya dikumpulkan dengan uang investor lain, dan bersama-sama kita memberikan pinjaman kepada individu yang meminta dana. Kita kemudian akan menerima pembayaran tetap setiap bulan termasuk bunga yang telah dijanjikan. Seringkali, pengembalian yang kita dapatkan dari pinjaman P2P bisa lebih tinggi daripada yang kita dapatkan dari tabungan standar.

Risiko utama dengan pinjaman P2P adalah kita meminjamkan kepada orang-orang yang tidak kita kenal, dan mungkin orang tersebut tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank karena kualitas kreditnya yang buruk. Artinya calon peminjam ini memiliki histori gagal bayar saat melakukan pinjaman di bank. Tetapi, penyedia jasa P2P yang baik akan dapat melihat kredit skor calon peminjam, sehingga dapat merekomendasikan kepada kita sebagai investor untuk bersedia meminjamkan atau tidak.



2) Crowdfunding Real Estate

Investasi di real estate memang menjadi impian banyak orang, karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan tinggi. Namun yang menjadi kendala adalah modal yang dibutuhkan untuk dapat berinvestasi di real estate sangatlah besar. Seiring perkembangan teknologi, kini berinvestasi di real estate tidak lagi membutuhkan modal yang besar. Sudah mulai bermunculan platform atau penyedia aplikasi urunan dana investasi real estate. Platform jenis ini memungkinkan kita untuk dapat berinvestasi dengan modal yang sangat kecil, yaitu mulai dari 1 Juta Rupiah. Hal ini dimungkinkan karena sang penyedia aplikasi telah bekerja sama dengan pengembang / developer dari real estate tersebut untuk menghimpun dana hingga berjumlah sesuai dengan nilai suatu bangunan. Ketika kita menjadi salah satu pengumpul dana, kita pun akan mendapatkan bukti kepemilikan bangunan tersebut sebesar nilai yang kita tanamkan. Misalkan nilai bangunan sebesar 1 Miliar Rupiah, dan kita memberikan 10 Juta Rupiah, artinya kita mendapatkan kepemilikan sebesar 1%, sehingga setiap kali ada kenaikan ni


lai atau keuntungan dari bangunan tersebut karena dijual/disewa, kita akan mendapatkan profit sebesar 1% dari profit penjualan / penyewaan bangunan tersebut.


3) Emas

Emas secara luas dianggap sebagai pelindung nilai inflasi nyata, aset likuid, dan penyimpan nilai jangka panjang. Akibatnya, sering kali menjadi kelas aset yang dicari dan dapat menjadi pesaing yang kuat untuk instrumen investasi saham.

Ada berbagai rute bagi investor untuk mendapatkan eksposur ke emas, seperti membeli dan memegang emas fisik seperti koin atau batangan, dana yang diperdagangkan di bursa emas (ETF), akun emas, atau berinvestasi secara tidak langsung melalui stok penambangan emas atau futures.

Namun, jika kita seorang investor kecil, lebih baik memilih metode investasi emas langsung. Ini biasanya termasuk membeli emas batangan, koin, atau bentuk fisik emas lainnya. Alokasi dana hingga 20% dalam investasi emas masih dianggap sehat untuk portofolio individu. Saat ini sudah banyak platform penyedia aplikasi untuk dapat berinvestasi emas dari modal yang sangat terjangkau.




4) Memiliki Bisnis Sendiri melalui Frenchise

Bisnis frenchise atau waralaba seakan tidak ada matinya dari belasan tahun lalu hingga saat ini. Dahulu bisnis-bisnis waralaba membutuhkan modal yang besar, kini bisnis waralaba bisa dilakukan dengan bersama-sama atau patungan. Sama seperti konsep crowdfunding real estate, saat ini sudah banyak platform penyedia aplikasi untuk dapat membeli bisnis waralaba tersebut dengan modal “patungan”.


5) Saham

Pilihan instrumen i


nvestasi yang terkahir ini diprediksi masih cukup menarik di tahun 2020. Di tengah ketidakpastian perang dagang yang sedang berlangsung antara Amerika dan China serta info yang beredar tentang resesi yang akan terjadi tahun depan hingga 2021 nanti, saham masih menjadi pilihan banyak orang untuk dapat menumbuhkan asetnya. Semakin menurunnya saham perusahaan-perusahaan besar yang memiliki fundamental baik, menjadi momentum


yang tepat untuk membeli saham tersebut dan menyimpannya setidaknya hingga akhir tahun. Karena turunnya saham perusahaan tersebut lebih disebabkan oleh ketidakpastian perekonomian global, bukan karena bisnisnya yang tidak berkembang. Industri manufaktur dan perbankan menjadi 2 pilihan yang dapat dipertimbangkan.





#investment #financing #Technology #VentureCapital

0 views0 comments