Mengatur Keuangan Disaat Pandemi


Pemberitaan tentang pandemi Covid-19 belakangan ini membawa angin segar bagi kita dan sudah seharusnya kita lebih optimis dan akan menang melawan pandemi ini. Jumlah peningkatan kasus yang semakin landai, serta program vaksinasi yang semakin gencar dilakukan harus membuat kita lebih semangat dalam menjalani keseharian dan tentunya menerapkan protokol kesehatan dan segala anjuran dari pemerintah. Namun seperti halnya segala kebijakan negara untuk melakukan stabilisasi antara kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara beriringan, kita sebagai masyarakat juga harus melakukan hal yang demikian.


Tentu banyak sekali penyesuaian yang harus kita terapkan dalam berbagai bidang dalam menghadapi pandemi ini. Mulai dari bersosialisasi dengan kerabat, menjalin tali silaturahmi dengan sanak saudara dan keluarga, sampai menjalani peran dalam dunia profesional. Uang, sebagai sarana yang bisa berpengaruh dan mempengaruhi penyesuaian kita pun perlu kita atur dengan seksama supaya dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki. Sesuai dengan judul kali ini, kita akan sama sama mencoba merangkai, bagaimana sebaiknya kita mengatur keuangan pada kondisi pandemi seperti sekarang ini. Dengan harapan kita tidak mengalami keterpurukan selama pandemi karena alasan keuangan.


Hal yang paling mendasar dalam mengatur keuangan tentunya adalah persoalan alokasi. Oleh karena banyaknya pemberlakuan ketentuan khusus oleh negara dalam menanggulangi pandemi, maka alokasi keuangan kita pun menjadi penting untuk dilakukan. Karena pandemi ini merupakan suatu kondisi yang bersifat darurat dan penyesuainnya juga tidak sederhana, maka tidak ada salahnya bagi kita untuk melakukan alokasi dana ulang. Menyeleksi dengan seksama bagaimana pemasukan serta pengeluaran yang sudah ada dan diatur sedemikian rupa, supaya sesuai dengan kebutuhan dalam menghadapi resiko pandemi. Misal hal sepele, saat mendapat giliran pemberlakuan Work From Home (WFH), alokasikan dana yang sebelumnya digunakan untuk transport menjadi tabungan. Jangan justru mengalihkan dana yang sebelumnya produktif, menjadi dana konsumtif semata.


Tentu dengan status Covid-19 yang masih menjadi pandemi, resiko kesehatan dan ekonomi menghantui setiap kita. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dana darurat menjadi hal yang perlu disiapkan. Namun bukan hanya itu, dana darurat harus ditempatkan pada institusi dan instrumen yang kredibel. Kredibel disini, mengacu pada bagaimana dana darurat tersebut dapat diakses (dicairkan) dengan mudah pada saat dibutuhkan. Tentu hal ini mengesampingkan pertumbuhan nilai uang, karena memang bukan itu esensinya.


Selain mempersiapkan dana darurat untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan secara general, asuransi menjadi instrumen lain yang dapat dipertimbangkan. hal ini menyangkut bagaimana melindungi keuangan pribadi dari berbagai macam instabilitas yang berada diluar kendali kita.

Resiko instabilitas itu sendiri sangat mungkin terjadi dimasa - masa krisis seperti pandemi sekarang. Namun dengan mengamankan keuangan dengan asuransi, kita dapat lebih produktif dalam mengelola keuangan, oleh karena rasa aman secara psikologis berkat kejelasan baik secara legal maupun administratif yang dimiliki perusahaan asuransi.

Kemudian disisi lain, kita juga perlu menekan berbagai macam alokasi yang bersifat keinginan seperti jajan, nongkrong, liburan dan sebagainya. Selain beresiko dan mengabaikan himbauan pembatasan mobilitas, hal ini juga berdampak langsung kepada alokasi keuangan yang seharusnya bisa menjamin keberadaan kita di tengah krisis. Sesuatu yang bersifat keinginan ini tentu tidak terlepas dari pembelian barang dengan cara mencicil. Apalagi jikalau sangat jelas bahwa barang yang dicicil tidak menambah produktifitas keuangan (terlebih mencicil barang yang tidak memiliki nilai guna dan mengalami penurunan nilai dalam kurun waktu tertentu), lebih baik menunggu sampai masa krisis ini selesai.


Berbeda hal jika kita membuka sebuah cicilan dalam rangka mendapat sumber penghasilan lain dan membuat keuangan menjadi lebih produktif (Lihat Artikel lain tentang “Contoh Hutang Produktif”). Namun poin utamanya adalah bagaimana ditengah kondisi pandemi sekarang ini, kita bisa menggali potensi diri kita lebih dalam. Dengan adanya waktu luang yang lebih, banyak sekali profesi sampingan yang bisa kita tekuni untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Tidak perlu yang rumit runyam, kegiatan rumahan seperti menjadi content creator, jualan online, membuka jasa konsultan, bimbingan belajar (bimbel) online dan banyak hal lainnya, dapat kita terapkan. Tentu selain produktif dalam hal keuangan, kegiatan tambahan seperti ini juga membuat kejiwaan kita lebih sehat karena tidak merasa terkungkung oleh keadaan.


#pandemi #keuangan #covid19

 

(Hermanus, Content Writer)

(Hermanus, Cover Designer)

0 views0 comments