Mengelola Keuangan Agar Tidak Boncos



Pemborosan atau boncos merupakan suatu momok bagi banyak orang. Banyak yang tidak sadar dirinya sedang mengalami pemborosan karena tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik. Terlalu banyak pengeluaran yang tidak penting yang membuat potensi pemborosan semakin besar. Demi mencegah pemborosan yang terus merugikan, kita perlu mengikuti beberapa hal dibawah ini.


Dalam mengelola keuangan, kita harus tahu bahwa kebutuhan pokok di atas segalanya. Banyak orang melupakan pentingnya kebutuhan pokok dan malah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Padahal, kebutuhan pokok harus diutamakan di atas kebutuhan lainnya. Mengelola keuangan yang baik dan benar harus diawali dengan pengetahuan kita akan biaya-biaya yang perlu dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Saat kebutuhan pokok sudah terpenuhi, barulah kita bisa mengeluarkan uang untuk kebutuhan lain dengan tenang dan kita bisa menikmatinya tanpa rasa takut.


Perlu kita akui bahwa banyak dari antara kita yang tidak menggubris pengeluaran-pengeluaran ‘receh’ seperti biaya parkir, biaya admin transfer beda bank, ongkos kirim beli barang online, dan lain sebagainya. Padahal jika dihitung dan jumlahkan, pengeluaran-pengeluaran ‘receh’ ini cukup besar. Agar tidak kian membengkak, kita harus mengalokasikan dana khusus untuk pengeluaran-pengeluaran ‘receh’ ini agar bisa tetap terkendali. Saat dana yang dialokasikan sudah mendekati batas, kita harus memperlambat arus pengeluarannya atau bahkan menghentikannya jika perlu untuk memprioritaskan pengeluaran lain yang lebih penting untuk dipenuhi.


Melakukan pencatatan keuangan akan sangat membantu kita agar tidak mengalami pemborosan. Banyak orang yang tidak mencatat keuangan mereka sehingga mereka tidak bisa mengendalikan uang yang mereka miliki. Saat kita mencatat keuangan, kita akan memiliki kendali penuh akan uang yang kita miliki dan kita bisa memilahnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang kita perlukan.


Setelah kita mencatat keuangan, kita perlu melakukan review dalam jangka waktu tertentu seperti 1 minggu atau 2 minggu sekali untuk memastikan semua pengeluaran sesuai dengan alokasi yang sudah disepakati sebelumnya. Review jangka pendek ini membuat keuangan kita lebih terkendali dan lebih stabil. Disaat ada pengeluaran yang melebihi alokasi, kita akan mengetahui dengan lebih cepat dan kita bisa langsung ambil tindakan untuk mencegah lebih jauh.


Pemborosan bisa terjadi karena arus pengeluaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Itu sebabnya kita perlu mengalokasikan dana yang kita miliki untuk tujuan yang spesifik. Sebagai contoh, buat alokasi untuk dana darurat, uang jajan, uang makan bulanan, dan sebagainya. Alokasikan dana ini bisa berbentuk dompet fisik ataupun e-wallet. Setiap pengeluaran dari dompet yang kita pilih harus digunakan untuk tujuan dari dibuatnya dompet itu. Usahakan dompet tersebut tidak digunakan untuk tujuan lain. Fungsinya adalah agar kita bisa belajar menahan diri dan mencukupkan diri dari alokasi dana yang ada.


Seringkali kita tidak sadar telah mengalami pemborosan karena pengeluaran yang tidak kita perhitungkan. Pengeluaran semacam ini harus kita kendalikan dengan pengelolaan keuangan yang baik dan benar sehingga kita bisa menggunakan uang yang kita miliki secara efektif dan efisien, tanpa harus boncos.

Yuk, atur dan kendalikan lebih baik lagi pengeluaran-pengeluaran uang kita.


#keuangan #boros #jajan

 

(Ezra, Content Writer)

(Ezra, Cover Designer)

2 views0 comments